Headlines News :
Home » , » 10 daftar pelawak indonesia yang

10 daftar pelawak indonesia yang

Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai macam adat istiadat yang membahana, diantara adat  yang indonesia miliki adalah rasa humor yang tinggi. ada lawak betawi, ketoprakan. lawak ala jawa timura, lawak madura, dan masih banyak lagi. Sudah tak terhitung berapa banyak grup lawak indonesia yang sudah berprestasi (berprestasi dalam menghibur banyak orang). Tapi dari semua grup lawak di indonesia baik yang masih eksis maupun yang tidak eksis. 
namun demikian, inilah dari sederetan grup lawak nasional yang mempunyai nilai popularitas yang tinggi di kancah hiburan tanah air, siapakah mereka?? mari kita simak cuplikan di bawah ini.
1. Warkop DKI
Warkop atau sebelumnya Warkop Prambors, juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI adalah grup lawak yang dibentuk oleh Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro). Nanu, Rudy, Dono dan Kasino adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta. Mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang merupakan garapan dari Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors. Acara lawakan setiap Jumat malam antara pukul 20.30 hingga pukul 21.15, disiarkan oleh radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir.
Dalam acara itu, Rudi Badil dalam obrolan sering berperan sebagai Mr. James dan Bang Cholil. Indro yang berasal dari Purbalingga berperan sebagai Mastowi (Tegal), Paijo (Purbalingga), Ubai atau Ansori. Kasino yang asli Gombong perannya bermacam-macam: Mas Bei (Jawa), Acing/Acong (Tionghoa), Sanwani (Betawi) dan Buyung (Minang). Nanu yang asli Madiun sering berperan sebagai Poltak (Batak) sedangkan Dono sendiri hanya berperan sebagai Slamet (Jawa).
Dari semua personel Warkop, mungkin Dono lah yang paling intelek, walau ini agak bertolak belakang dari profil wajahnya yang 'ndeso' itu. Dono bahkan setelah lulus kuliah menjadi asisten dosen di FISIP UI tepatnya jurusan Sosiologi. Dono juga kerap menjadi pembawa acara pada acara kampus atau acara perkawinan rekan kampusnya. Kasino juga lulus dari FISIP. Selain melawak, mereka juga sempat berkecimpung di dunia pencinta alam. Hingga akhir hayatnya Nanu, Dono, dan Kasino tercatat sebagai anggota pencinta alam Mapala UI.
grup lawak yang dulunya beranggota enam orang. Tapi belakangan ternyata hanya 3 orang yang lebih aktif dalam dunia film, sehingga kemudian nama warkop menjadi lebih populer dengan nama Trio Warkop yang terdiri dari Dono, Kasino, dan Indro (dengan nanu dan Mat Solar hanya bermain di beberapa episode). Lawak-lawak yang mereka bawakan di televisi biasanya bercerita tantang lika-liku perjalanan mahasiswa dalam hidup bersama dalam keakraban di ibukota. Dan hingga kini, warkop tatplah selalu dikenal oleh masyarakat luas sebagai legendanya lawak Indonesia.
2. Srimulat

Srimulat adalah kelompok lawak Indonesia yang didirikan oleh Teguh Slamet Rahardjo di Solo pada tahun 1950. Nama "Srimulat" sendiri diambil dari nama istri Teguh sendiri pada saat itu. Dalam perkembangannya kelompok Srimulat kemudian mendirikan cabang-cabang seperti diSurabaya, Semarang, dan Jakarta.
Srimulat termasuk grup lawak yang cukup lama bertahan meski di tengah perjalanan karier terjadi banyak menghadapi persoalan dan bongkar pasang pemain dan hal inilah yang membuat mereka semakin matang. Jika sebelumnya hanya berpentas di gedung-gedung pertunjukan, setelah munculnya televisi swasta, masing-masing anggotanya mendadak menjadi selebritis. Grup ini bisa dikatakan merupakan satu-satunya grup lawak Indonesia yang memiliki anggota paling banyak.
Grup ini pertama-tama didirikan oleh R.A. Srimulat dan Teguh Raharjo dengan nama Gema Malam Srimulat . Pada awalnya Gema Malam Srimulat adalah kelompok seni keliling yang melakukan pentas dari satu kota ke kota lain dari Jawa Timur sampai Jawa Tengah. Rombongan seni suara dan tari ini memmulai lawakan pertama mereka pada 30 Agustus 1951 dengan menampilkan tokoh-tokoh dagelan Mataram seperti Wadino (Bandempo), Ranudikromo, Sarpin, Djuki, dan Suparni.
Perpaduan antara pertunjukan musik dan lawak kemudian menjadi suatu formula khas bagi Gema Malam Srimulat. Kehadiran dagelan Mataram dengan gaya lawakannya menjadi resep ampuh untuk menarik penggemar. Lawak dan nyanyi menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan lagi. Dengan kekuatan itulah Gema Malam Srimulat kemudian berpentas dari satu pasar malam ke pasar malam lainnya, di pelbagai kota di Jawa. Dari satu kerumunan ke kerumunan massa lainnya.
Era tahun 1960, ketika Srimulat mulai terganggu kesehatan finansialnya, Teguh yang menemukan penyanyi cilik Yana - yang menggantikan peran Srimulat sebagai bintang panggung Gema Malam Srimulat - menelurkan gagasan untuk tampil di panggung secara menetap.
Maka pada Jumat 19 Mei 1961, grup ini menancapkan kakinya pertama kali di Surabaya, tepatnya di THR Surabaya. Nama Gema Malam Srimulat pun lalu diubah lebih “komersial” menjadi Srimulat Review. Dimulailah perjalanan sebuah komunitas kelompok musik-komedi yang mungkin secara tidak sengaja dan berproses menjadi sebuah fenomena dan menjadi sebuah subkultur baru.
Tokoh-tokoh yang pernah dan masih menjadi anggota Srimulat antara lain adalah: Abimanyu Srimulat, Asmuni, Bambang Gentolet, Bandempo, Basuki, Bendot, Betet, Blontang, Darsono, Didik Mangkuprojo, Djudjuk Djuariah, Djuki, Eko Londo / Eko Handai-Taulan, Eko Srimulat, George Sapulete, Gepeng, Gogon, Kadir, Karjo AC-DC, Kisbandiyah, Leysus, Mamiek Prakoso, Miarsih, Misye Arsita, Nunuk MurdonoNunung, Nurbuat, Paimo, Paul, Pete, Polo, Ranudikromo, Rohana, Sarpin,Sigit, Subur, Suroto Suroboyo, Susi Sunaryo, Sofiah, Tarzan, Teguh Srimulat, Tessy, Timbul Suhardi, Topan, Triman, Tukul, Samekta Hadi, Vera, Suparni.
3. PMR (Pengantar Minum Racun)

Grup lawak ini hampir sama dengan Teamlo, yaitu selalu membawakan lawakanya dalam bentuk musk humor. Tapi berbeda dengan teamlo yang selalu membawakan lagu humor plesetan, PMR justru lebih mengacu pada lagu yang berlirik lucu dan jenaka. Grup lawak yang juga grup orkes ini beranggotakan Mereka terdiri dari Jhonny Iskandar (vokalis), Boedi Padukone (gitar), Yuri Mahippal (mandolin + cuk), Imma Maranaan (bass), Ajie Cetti Bahadur Syah (perkusi), Harri "Muke Kapur" (mini drum) ini disebut-sebut sebagai pelopor genre musik humor indonesia disamping PSP (Pancaran Sinar Patromak).
4. Kadir dan Doyok

Doyok yang bernama asli Sudarmadji (lahir di SidoarjoJawa Timur17 Agustus 1954; umur 57 tahun) adalah pemeran dan pelawak IndonesiaDOYOK adalah nama sebuah tokoh kartun nyeleneh sebuah koran harian pos-kota Lembergar (lembaran bergambar) asal Indonesia yang terbit setiap hari. Tokoh doyok ini memiliki ciri gigi tonggos dan memakai blangkon dan pakaian adat jawa. Dia enerjik, lucu, kritis, dan nyeleneh serta kadang memiliki sindiran dan cukup mengena. Nah kemudian tokoh Doyok kartun ini menjadi sebuah inspirasi bagi grup lawak Doyok's Group yg terdiri dari Almarhum Mawi (senior) dan Sudarmadji sebagai Doyoknya.
sedangkan Kadir (lahir di LumajangJawa Timur3 September 1951; umur 60 tahun) adalah pemeran dan pelawak Indonesia. Pelawak yang acapkali dalam lawakannnya menggunakan logat Madura ini mengawali karier melawaknya dengan bergabung dengan grup lawak Srimulat. Kemudian, Ia sangat dikenal luas masyarakat melawak bersama Doyok. Bersama Doyok, Ia membintangi beberapa judul film layar lebar nasional. Setelah film nasional meredup, Ia beralih ke dunia sinetron.
Doyok dikenal luas bersama Kadir dalam setiap tampil melawak. Mereka berdua pernah membintangi beberapa judul film layar lebar, setelah era film nasional mengalami era suram, Doyok beralih ke sinetron. Ia juga pernah bermain dalam acara kesenian Ketoprak di stasiun televisi swasta.
Meski han ya beranggotakan 2 orang, tapi jujur saja, grup lawak ini bisa membawakan warna khas dalam melawak. Kekompakan keduanya dalam beradu kata disertai dengan gaya madura si Kadir serta gaya sok keren milik doyok menjadikan grup lawak ini menjadio salah satu grup lawak paling populer di jamanya. di dalam filmnya, mereka banyak menyajikan humor-humor yang berhubungan dengan realita kehidupan masyarakat saat itu.
5. Bagio CS
Almarhum S. Bagio yang dilahirkan di Purwokerto pada tahun 1933 adalah pejuang komedi, dia tidak pernah menyerah berkecimpung di dunianya walaupun berganti-ganti kelompok. Sebelum membentuk kelompok yang paten, ia pernah bergabung dengan masing-masing Ateng dan Iskak, Eddy Sud dan juga Bing Slamet. Namun Bagio paling terkenal ketika ia bergabung dengan Darto Helm, Diran dan R. Saleh Apandi (Sol Saleh) saat membentuk Bagio Cs dan mendapat tempat di hati publik sekitar tahun 70an hingga 80an. Keunikan Bagio sebelum menetap dengan ketiga kawan lain memang karena dia adalah pelawak freelance. Di satu saat ia bisa bergabung dengan Jayakarta, di saat lain bermain di film Ateng dan Iskak, kemudian beralih bergabung dengan Eddy Sud dan seterusnya. Hingga akhir hayatnya, Bagio telah membintangi lebih dari 30 judul film.

Dalam kelompok tetapnya, Bagio mendapat peran sebagai tokoh yang latah dan sok tahu, Sol Saleh sebagai pengumpan yang netral, Darto Helm sebagai pribadi yang grusa-grusu dan Diran sebagai sosok yang pintar-pintar bodoh. Layak disebut juga Sudarto alias Darto Helm, yang juga multitalenta. Tahukah anda jika dialah pencipta lagu Mandi Madu yang dipopulerkan Elvy Sukaesih dan Judi yang tentu dipopulerkan oleh H. Rhoma Irama? Pria ini dilahirkan di kota yang sama dengan Bagio, yaitu Purwokerto.

Keempat personil grup ini telah meninggal dunia, Bagio wafat tahun 1993, Diran wafat tahun 1996, Sol Saleh pada tahun 2002 dan terakhir Darto Helm pada tahun 2004.

6. Bagito

Daftar ini dimulai dari Bagito yang sangat jaya di era 90an. Bagito – konon adalah singkatan Bagi Roto (Bagi Rata) – digawangi oleh kakak beradik Miing (Dedi Gumelar) dan Didin (Didin Pinasti) serta kawan mereka Unang. Kepopuleran mereka dimulai dari beberapa kali acara panggung dan siaran rutin BasoSK (Bagito Show Senyum & Ketawa) di radio humor Suara Kejayaan (yang juga membesarkan nama Patrio, Ulfa Dwiyanti, Alm.Taufik Savalas dan Komeng). Nama Bagito menjadi semakin melejit ketika stasiun TV RCTI menayangkan acara komedi setengah jam Bagito Show. RCTI pulalah yang menjadikan mereka grup lawak paling mahal seindonesia melalui perpanjangan kontrak dengan bayaran konon mencapai 1 milyar rupiah, harga ini bisa dimaklumi karena acara Bagito Show memperoleh rating cukup tinggi dan bertahan cukup lama di layar kaca.

Bagito bisa dibilang sebagai suksesor Warkop DKI di ranah komedi, Miing yang menjadi founderBagito pernah tergabung sebagai tim kreatif Warkop, baik itu sebagai figuran di acara radio, rekaman kaset ataupun film-film Warkop DKI. Pembagian peran dalam Bagito Group biasanyastereotype, Miing sebagai orang kampung yang ngotot, Didin sebagai anak orang kaya yang bertugas menjadi pemberi umpan lawakan dan Unang yang multitalenta sebagai tokoh kekanak-kanakan.

Sayang kelangsungan grup lawak ini berbanding terbalik dengan kesuksesannya, masalah internal dalam grup berakhir dengan keluarnya Unang dari formasi Bagito. Dia kemudian melanjutkan karir sebagai pemain sinetron religi dan stripping melalui peran-peran serius serta membintangi film layar lebar. Walaupun Miing dan Didin tetap melanjutkan kiprah Bagito, namun kepopuleran mereka akhirnya menurun dan menghilang sampai akhirnya kini nama Bagito tak terdengar lagi. Dedi Gumelar terjun ke dunia politik dan maju sebagai anggota DPR mewakili Banten dari fraksi PDI-P periode 2009-2014.

7. Team lo

Teamlo atau Team-lo (singkatan dari Tim Humor Solo) adalah grup band asal Solo yang menggabungkan musik dan lawak. Nama ini adalah plesetan dari timlo, makanan khas kota Solo. Personil dari band ini antara lain Wawan Bakwan (nama asli : Hermawan Yulianto, vokal), Pangsit Anjasmara (Abdul Basyid, vokal), Benjovi (Giarto, vokal), Bobby Messakh (Muh. Ardhi Wibowo, gitar), Dondot Kembung (Eri Tribudiarto, bass) dan Avis Sukaesih (Ibnu Sina, drum). Band ini dibentuk pada tahun 1997, dengan nama awal Suku Apakah (pleseten dari Suku Apache) yang personelnya gabungan mahasiswa Universitas Sebelas Maret dan Universitas Muhammadiyah Solo. Berawal dari pentas di panggung-panggung kecil seperti sunatan, 17-an, ulang tahun, dan lain-lain, mereka mulai tampil di televisi pada tahun 2000. Nama mereka semakin melambung pada tahun 2003, saat mereka menjadi bintang tamu di acara API di stasiun televisi TPI. Namun pada 2009, Ade, Kudil, Argo Jimmy bergabung dengan Teamlo untuk mengisi kekosongan vokalis Teamlo setelah ditinggal Pangsit dan Benjo.

8. D'bodors 

Tidak banyak grup lawak yang bisa eksis bertahun-tahun dengan bermodalkan materi tradisional, dan salah satu yang mampu bertahan adalah kelompok lawak D’Bodors yang beranggotakan Raden Achmad Yusuf Wargapranata (Abah Us Us) yang identik dengan peniti raksasa, Uyan Suryana (Yan Asmi) yang selalu membawa gitar dan Kusye (Engkus) yang bertubuh kecil namun lincah. Trio pelawak asal Sunda yang berulangkali mengisi layar TVRI ini memang sudah lama tidak aktif lagi, namun peran mereka di dunia humor tak akan pernah terlupakan.

Ketiganya multitalenta, cerdas sekaligus menghibur namun tidak melupakan kultur Sunda yang kental. Komedi-musik yang mereka usung tak pernah lekang oleh jaman, ini dibuktikan dari penampilan-penampilan akhir mereka di tahun 2010 saat naik panggung di acara Zona Memori Metro TV. Walaupun sudah dimakan usia, mereka masih tetap sanggup mengocok perut dengan banyolan khas yang juga pernah mereka usung pada dekade 80an.

Berbekal kesuksesan penampilan mereka, D’Bodors sempat melakukan lobi ke Metro TV untuk pembuatan talkshow. Sayang tak lama setelah penampilan terakhir di TV swasta tersebut, Yan Asmi meninggal dunia pada tanggal 29 Maret 2010 sekaligus membatalkan rancangan talkshow D’Bodor. Abah dan Engkus-pun merubah susunan acara dan bersiap menyajikan kenangan Yan Asmi di Zona Memori, namun belum sempat acara ini dijalankan, Abah Us Us wafat menyusul rekannya 40 hari setelah meninggalnya Yan Asmi, pada tanggal 8 Mei 2010.

9. Jayakarta Group

Siapa tidak kenal Jojon? Maskot Jayakarta Group ini masih eksis hingga saat ini dan terus membintangi acara lawak ataupun sinetron. Jojon adalah pelawak yang memang born-to-be-comedian. Sebelum vakumnya Jayakarta, Jojon dikenal dengan gaya penampilan yang khas, celana panjang kedodoran yang diangkat naik sampe perut, baju warna-warni bermotif ceria, rambut poni dan kumis kotak ala Charlie Chaplin.

Formasi paling terkenal dari Jayakarta Group adalah Cahyono – pimpinan Jayakarta yang biasa berperan sebagai pengumpan dan pembuka bahan komedi. Jojon, sang maskot. Prapto yang kemudian lebih sering berperan sebagai wanita bernama Esther dan yang terakhir Uuk yang sering kebagian peran sebagai preman karena nada suaranya yang tinggi dan khas serta wajah Arab-nya yang unik.

Sepeninggal Uuk dan Esther yang wafat mendahului rekan-rekannya, kelompok ini akhirnya surut. Jojon masih setia di lapak komedi sedangkan Cahyono memilih jalur religi.

10. ketoprak Samiaji

Grup lawak ini lebih populer dengan nama grup ketoprak humor, karena memang acara mereka yang berjudul ketoprak humor adalah salah satu acara humor yang terkenal. Grup lawak beranggotakan Pak Bendot, Tessy, Timbul, Tarsan, Eko, Nurbuat, Topan, Lesus, dan lain-lain ini adalah grup lawak yang mempelopori panayangan acara ketoprak secara umum di televisi swasta terkenal (saat itu RCTI). Gaya lawak mereka yang memadukan cerita legenda dengan kejadian terkini memang sangat istimewa. Hingga kini banyak sekali grup lawak yang meniru gaya lawak mereka (salah satunya adalah OVJ).


dan bonus 1 grup lawak tersohor tahun 2012
11. OVJ (opera van java)

Opera Van Java (disingkat OVJ) adalah acara komedi di stasiun televisi Indonesia, Trans 7. Ide acaranya adalah pertunjukkan wayang orang versi modern.
Di OVJ, aktor dan aktris yang mengisi acara diberi aba-aba untuk berimprovisasi tanpa menghafal naskah sebelumnya, dengan panduan seorang dalang.
Para "wayang" diperankan oleh beberapa pelawak, seperti Nunung, Azis Gagap, Andre Taulany, dan Sule. Dalang diperankan Parto Patrio. Adapula para pemain musik tradisional lengkap dengan alat musik khas Jawa dan sinden yang menyanyikan lagu pop. Bintang tamu juga kerap ditampilkan pada tiap episodenya.
Lakon-lakon yang dimainkan biasanya tentang cerita rakyat Indonesia yang dimodifikasi, cerita tentang karir seseorang yang terkenal, cerita rekaan, cerita hantu, cerita dari negara lain, atau cerita dari hal-hal yang sedang populer.
Keunikan OVJ adalah lawakan dilakukan dengan improvisasi dan mengandalkan panduan dalang, namun selalu berantakan karena para pelawak pasti melenceng dari garis besar yang dibacakan dalang. Kalau sudah seperti itu, sang dalang sendiri akan turun tangan dengan perasaan kesal karena diabaikan. Ia akhirnya ikut naik ke panggung dan mengawasi cerita, seringkali ikut campur atau bahkan malah dipermainkan.


sumber : wikipedia.com
Share this post :

+ komentar + 2 komentar

12:46 AM

Thanks infonya

Anonymous
9:40 AM

OVJ layak bersaing dgn The Comment_NET sbg acara komedi tersohor thn 2013 dan dalam ajang Panasonic Gobel Awards 2014

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. irakbuzz - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger